Mayat Hidup Kadambini

September 11, 2008

Di mana sebenarnya batas antara hidup dan mati? Jika kita bertanya pada Tagore, kemungkinan ia akan menjawab: Batas itu ada pada “persepsi”.

Kadambini, perempuan tua dalam cerita Tagore berjudul Jibita O’ Mrta, dianggap sudah mati oleh keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Kremasi sudah disiapkan. Jenazah Kadambini bahkan sudah ditempatkan di rumah kremasi di dekat dangau. Kremasi hanya tinggal menunggu kayu-kayu yang sedang disiapkan.

Pada momen-momen genting itulah, Kadambini terbangun. Ia belum mati ternyata. Menyadari bahwa sudah dianggap mati oleh orang-orang, Kadambini tak punya banyak pilihan. Kembali ke kampungnya hanya akan membuat ia dianggap sebagai kutuk yang kotor, tulah yang yang mengganggu.

Dengan dada yang seperti ambruk, Kadambini untuk pertamakalinya menyadari seperti apa rasanya menjadi hantu. “Aku tidak lagi berasal dari dunia yang bernyawa. Aku menjadi sosok yang menakutkan, yang membawa sial. Aku adalah hantu bagi diriku sendiri,” Kadambini mengucapkan itu dalam batinnya sendiri, hanya ia sendiri, juga hanya untuk dirinya sendiri. Read the rest of this entry »


Di Meja Makan

August 28, 2008

Aku melihatmu untuk yang kedua di sebuah meja makan sederhana. Di pojok selatan sebuah stasiun tua, sewaktu Jakarta baru saja diliputi gelap, aku berhasil melihat senyummu lagi.

Karcis sudah di tanganku. Setumpuk pekerjaan sudah menunggu di ruang kerjaku di kota yang jauh. Dan aku tahu kepergian kali tak bisa aku tarik. Seharusnya senyummu bisa memaksaku merobek segala macam karcis dan segala macam perjalanan. Semestinya senyummu sudah lebih dari cukup untuk menahan segala macam kepulangan.

Aku mencintaimu dengan semua senyum termanismu dan ikal hitam rambutmu. aku mencintaimu dengan segenap hari-harimu yang letih dan hidungmu yang bersinar seperti fajar pagi.

Tapi aku tetap harus pulang. Sebuah kepulangan yang tak bisa ditenggang.

“Jangan lihat kalau aku sedang makan. Aku tak bisa menyantap apa pun jika dilihat orang,” katamu sedikit tersipu. Read the rest of this entry »


Pertamaxxx

August 26, 2008

Akhirnya bisa ngeblog juga. Jangan sampe ketinggalan zaman, euy. Mudah-mudahan dapat teman-teman baru. Bisa latian nulis lebih rajin. Siapa tahu dapat pacar juga. Satu lagi, kali aja bole ikut Pesta Blogger 2008. Newbie boleh ikut, toh?